HeadlineOtomotifUmum

Surabaya dan Bandung Masuk 20 Kota dengan Risiko Panas Ekstrem Tertinggi di Dunia Versi Oxford

×

Surabaya dan Bandung Masuk 20 Kota dengan Risiko Panas Ekstrem Tertinggi di Dunia Versi Oxford

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi kondisi cuaca panas. Foto : Shutterstock

EKONOMIAKTUAL.COM – Surabaya dan Bandung masuk dalam daftar 20 kota dengan risiko panas ekstrem (heat risk) tertinggi di dunia berdasarkan riset terbaru yang dilakukan University of Oxford. Penelitian tersebut menganalisis 205 kota berpenduduk lebih dari satu juta jiwa di berbagai negara dengan menggunakan pendekatan yang lebih komprehensif dibanding sekadar mengukur suhu udara.

Dalam hasil penelitian tersebut, Surabaya menempati peringkat ke-18 dengan skor risiko komposit 0,72, sedangkan Bandung berada di posisi ke-19 dengan skor 0,71.

Berbeda dengan pemeringkatan yang hanya melihat tingkat panas berdasarkan temperatur, riset Oxford mengukur risiko melalui tiga indikator utama, yakni tingkat paparan panas (hazard exposure), tingkat kerentanan penduduk (vulnerability), dan kapasitas kota dalam menghadapi dampak panas ekstrem (coping capacity).

Pendekatan ini menunjukkan bahwa kota dengan suhu udara tinggi belum tentu memiliki risiko terbesar apabila didukung infrastruktur yang memadai, ruang terbuka hijau yang luas, akses terhadap pendingin ruangan, serta layanan publik yang mampu melindungi masyarakat saat terjadi gelombang panas.

Sebaliknya, kota yang memiliki kapasitas adaptasi rendah dapat menghadapi ancaman yang lebih besar meskipun suhu udaranya tidak setinggi kota lain.

Penelitian tersebut menempatkan Al Basrah, Irak, sebagai kota dengan risiko panas ekstrem tertinggi di dunia. Kota itu dinilai memiliki kombinasi paparan panas yang sangat tinggi, tingkat kerentanan masyarakat yang besar, serta kemampuan adaptasi yang masih terbatas.

Peneliti utama dari Oxford Smith School of Enterprise and the Environment, Nethmi Jayaratne Kariyawasam, menegaskan bahwa suhu udara bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan tingkat risiko panas ekstrem.

“Bukan hanya paparan terhadap suhu tinggi yang menentukan tingkat risiko,” ujarnya.

Sementara itu, Associate Professor University of Oxford, Jesus Lizana, mengatakan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah dalam menentukan wilayah yang paling membutuhkan kebijakan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim.

Menurutnya, pemetaan risiko yang lebih menyeluruh memungkinkan pemerintah menyusun strategi yang lebih tepat sasaran untuk melindungi masyarakat dari ancaman gelombang panas yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim.

Riset tersebut juga mengungkap bahwa lebih dari 95 persen kota dengan risiko panas ekstrem tertinggi berada di kawasan Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Afrika Sub-Sahara. Negara seperti India, Pakistan, Nigeria, dan Ghana menjadi wilayah dengan jumlah kota berisiko tinggi terbanyak.

Untuk mengurangi dampak panas ekstrem di kawasan perkotaan, para peneliti merekomendasikan sejumlah langkah, di antaranya memperluas ruang terbuka hijau dan area teduh, meningkatkan akses terhadap sistem pendingin yang terjangkau, memperkuat ketahanan energi, serta memberikan perlindungan yang lebih baik bagi kelompok masyarakat rentan.

20 Kota dengan Risiko Panas Ekstrem Tertinggi di Dunia Versi University of Oxford
Al Basrah, Irak
Ahmedabad, India
Hyderabad, Pakistan
Bamako, Mali
Faisalabad, Pakistan
Barranquilla, Kolombia
Conakry, Guinea
Nagpur, India
Lagos, Nigeria
Bhopal, India
Port Harcourt, Nigeria
Kaduna, Nigeria
Madurai, India
Ibadan, Nigeria
Patna, India
Phnom Penh, Kamboja
Luanda, Angola
Surabaya, Indonesia
Bandung, Indonesia
Abidjan, Pantai Gading. (HUC)

Tinggalkan Balasan