EKONOMIAKTUAL.COM – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina kembali menorehkan prestasi di bidang tata kelola perusahaan dan kepatuhan hukum. Dalam ajang Indonesia Regulatory Compliance Awards (IRCA) 2026 yang diselenggarakan oleh Hukumonline, PGN berhasil meraih predikat tertinggi SAPHIRE.
Penghargaan tersebut menegaskan posisi PGN sebagai perusahaan energi yang konsisten menerapkan tata kelola perusahaan dan kepatuhan hukum sesuai praktik terbaik di kawasan Asia Tenggara.
Dalam ajang IRCA 2026, PGN memperoleh penghargaan “Best Enterprise in Regulatory Compliance” dengan peringkat SAPHIRE, predikat tertinggi dalam sistem penilaian penghargaan tersebut. Berdasarkan metodologi klasifikasi PROSPER, PGN masuk dalam kategori Prosper A, yaitu kelompok industri dengan tingkat regulasi dan kompleksitas bisnis yang sangat tinggi (highly regulated industry).
Tak hanya di tingkat korporasi, prestasi juga diraih dari sisi kepemimpinan. Division Head Legal Compliance & GCG PGN, Marie Siti Mariana Massie, dinobatkan sebagai “Most Inspiring Leader in Regulatory Compliance” untuk sektor industri minyak dan gas, baik hulu maupun hilir.
Penghargaan tersebut diberikan di tengah meningkatnya tantangan regulasi yang dipengaruhi oleh percepatan transformasi digital, penerapan kecerdasan buatan (AI), tuntutan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG), dinamika geopolitik global, serta meningkatnya kebutuhan transparansi dalam dunia usaha.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, PGN dinilai mampu membangun budaya kepatuhan hukum (regulatory compliance culture), menerapkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG), serta memperkuat sistem manajemen risiko yang terintegrasi.
PGN juga dinilai berhasil mentransformasi fungsi legal dan compliance bukan hanya sebagai alat pengawasan, tetapi menjadi bagian strategis yang mendukung keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis perusahaan.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan penghargaan tersebut merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan kepatuhan hukum ke dalam setiap aspek strategi bisnis.
“Penghargaan ini merupakan bukti komitmen PGN dalam mengintegrasikan kepatuhan hukum ke dalam setiap lini strategi bisnis perusahaan. Pada klasifikasi Prosper A yang penuh tantangan, PGN terus menjadikan compliance sebagai fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik dan mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” ujarnya.
Penilaian IRCA 2026 dilakukan melalui mekanisme self-assessment yang menitikberatkan pada kemampuan perusahaan dalam membangun sistem kepatuhan yang efektif dan mekanisme pengawasan internal yang kuat. Aspek yang dinilai meliputi evaluasi kepatuhan, sosialisasi regulasi internal, pemanfaatan teknologi untuk mendukung compliance, pengembangan sumber daya manusia, hingga berbagai indikator relevan lainnya.
Selain itu, IRCA 2026 mengadopsi sejumlah kriteria yang mengacu pada praktik tata kelola perusahaan terbaik di Asia Tenggara. Dengan demikian, penghargaan ini menjadi salah satu tolok ukur penting dalam menilai kualitas sistem kepatuhan dan tata kelola perusahaan di tingkat regional.
Sementara untuk kategori individu Most Inspiring Leader in Regulatory Compliance, penilaian difokuskan pada keterlibatan aktif pimpinan dalam pengelolaan SDM, mekanisme evaluasi kepatuhan, penanganan pelanggaran, serta kemampuan membangun hubungan yang konstruktif dengan regulator.
Fajriyah menegaskan, capaian tersebut menjadi motivasi bagi PGN untuk terus memperkuat budaya integritas, transparansi, dan kepatuhan hukum sebagai fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan bisnis perusahaan.
“Pencapaian ini menjadi dorongan bagi PGN untuk terus memperkuat budaya integritas, transparansi, dan kepatuhan hukum sebagai fondasi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” tutupnya. (MKH)













