Otomotif

Menteri Ara Targetkan Jatim Serap Rp20 Triliun KUR Perumahan, Kolaborasi Jadi Kunci

×

Menteri Ara Targetkan Jatim Serap Rp20 Triliun KUR Perumahan, Kolaborasi Jadi Kunci

Sebarkan artikel ini

EKONOMIAKTUAL.COM – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Andreas Hugo Pareira atau akrab disapa Menteri Ara, menargetkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan di Provinsi Jawa Timur dapat mencapai sekitar Rp20 triliun hingga akhir 2025. Target ambisius tersebut diyakini dapat tercapai apabila seluruh pemangku kepentingan di sektor perumahan bersinergi secara optimal.

Dalam sambutannya saat menghadiri Sosialisasi Program KUR Perumahan bersama Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur di Surabaya, Senin (20/10/2025), Menteri Ara menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan pengembang menjadi faktor kunci dalam mempercepat realisasi program ini.

“Jawa Timur memiliki potensi besar untuk menjadi contoh keberhasilan penyaluran KUR Perumahan secara nasional. Target Rp20 triliun bukan angka yang mustahil jika seluruh pihak bergerak bersama,” ujarnya.

Menurut Menteri Ara, sektor perumahan memiliki efek berganda yang sangat kuat terhadap perekonomian. Setiap pembangunan satu unit rumah akan menggerakkan lebih dari 170 industri turunan, mulai dari bahan bangunan, tenaga kerja konstruksi, hingga sektor transportasi dan jasa. Karena itu, KUR Perumahan bukan hanya program pembiayaan, tetapi juga instrumen pemulihan ekonomi rakyat.

Ia juga mengingatkan agar perbankan lebih aktif menyalurkan pembiayaan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan para pengembang kecil-menengah di daerah. “Kita ingin agar KUR Perumahan tidak hanya dinikmati pengembang besar, tetapi juga menjadi stimulus bagi pengembang kecil yang ingin berkontribusi menyediakan rumah layak bagi masyarakat,” jelasnya.

Ketua DPD REI Jawa Timur, Mochamad Ilyas, menyambut baik target tersebut. Menurutnya, minat pengembang anggota REI Jatim terhadap program KUR Perumahan cukup tinggi. “Hingga saat ini sudah lebih dari 170 anggota REI Jatim yang menyatakan siap berpartisipasi. Estimasi kebutuhan dana mencapai sekitar Rp857 miliar, dan angka ini masih akan terus bertambah,” katanya.

Ilyas menilai, keberhasilan penyaluran KUR Perumahan akan memberikan multiplier effect luar biasa. “Proyek berjalan, tenaga kerja terserap, dan industri terkait seperti semen, baja, keramik, serta cat ikut bergerak. Ini akan menjadi pengungkit ekonomi daerah,” tambahnya.

Pemerintah melalui Kementerian PKP juga memastikan dukungan penuh terhadap percepatan perizinan dan penyederhanaan prosedur agar para pengembang mudah mengakses program ini. Selain itu, akan dilakukan pengawasan terpadu untuk memastikan pembiayaan tepat sasaran dan berorientasi pada masyarakat.

Menteri Ara menegaskan bahwa keberhasilan Jawa Timur dalam menyalurkan KUR Perumahan akan menjadi contoh bagi provinsi lain. “Kita ingin menunjukkan bahwa dengan kolaborasi yang kuat, penyediaan rumah rakyat tidak hanya menjadi program pemerintah, tetapi gerakan bersama untuk kesejahteraan bangsa,” tegasnya.

Dengan dukungan penuh pemerintah pusat, komitmen dunia perbankan, dan semangat pengembang lokal, Jawa Timur diharapkan mampu menjadi motor utama penyerapan KUR Perumahan nasional pada 2025. (DKS)

Tinggalkan Balasan