EKONOMIAKTUAL.COM – Ekosistem digital terbesar di Indonesia, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), menorehkan tonggak sejarah baru dalam perjalanan bisnisnya. Untuk pertama kalinya sejak berdiri, Perseroan berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp171 miliar pada kuartal pertama tahun 2026.
Pencapaian ini menunjukkan pembalikan kinerja yang signifikan dibandingkan rugi bersih sebesar Rp367 miliar pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Keberhasilan ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan yang kuat, disiplin biaya yang ketat, serta efisiensi operasional yang dihasilkan dari integrasi teknologi terbaru.
Momen Penting Pertumbuhan Berkelanjutan
Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari kerja keras jangka panjang dalam menciptakan nilai nyata bagi seluruh ekosistem, mulai dari konsumen hingga mitra.
“Pencapaian laba bersih untuk pertama kalinya ini menjadi momen penting bagi kami. Hal ini mencerminkan keberhasilan dalam mendorong pertumbuhan pendapatan dan mengelola biaya secara disiplin. Kami berada dalam posisi yang baik untuk menghadapi situasi global dan tetap memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Hans.
Hans juga memberikan apresiasi khusus kepada jutaan mitra pengemudi yang menjadi pilar utama keberhasilan ini. Ia menegaskan komitmen GoTo untuk terus memperkuat dukungan terhadap kesejahteraan dan perlindungan mitra driver di seluruh Indonesia.
Efisiensi Berbasis Kecerdasan Buatan (AI)
Dari sisi keuangan, pendapatan bersih Grup tumbuh pesat sebesar 26% secara tahunan (YoY) mencapai Rp5,3 triliun. Pertumbuhan ini sejalan dengan lonjakan GTV inti Grup yang naik 65% YoY menjadi Rp138 triliun. Selain itu, jumlah Pengguna Bertransaksi Tahunan (ATU) juga mengalami kenaikan 22% menjadi 69 juta pengguna.
Direktur Keuangan Grup GoTo, Simon Ho, menjelaskan bahwa strategi teknologi dan penerapan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai membuahkan hasil nyata dalam menurunkan biaya layanan.
“Biaya layanan kami menurun seiring dengan strategi AI yang mulai membuahkan hasil. Kami memasuki sisa tahun ini dengan arus kas bebas yang positif dan neraca keuangan yang kuat,” kata Simon. Ia juga menegaskan kembali target EBITDA yang disesuaikan untuk setahun penuh berada di kisaran Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun.
Indikator Keuangan Utama Kuartal I-2026:
Laba Bersih: Rp171 miliar (Naik Rp538 miliar YoY).
Pendapatan Bersih: Rp5,3 triliun (Tumbuh 26% YoY).
EBITDA Grup yang Disesuaikan: Rp907 miliar (Naik 131% YoY).
Arus Kas Bebas Disesuaikan: Positif Rp1,3 triliun.
Imbalan Jasa E-commerce (Tokopedia): Rp288 miliar.
Dengan posisi keuangan yang kian solid, GoTo berencana terus mengakselerasi pertumbuhan melalui pengembangan produk yang inovatif dan investasi berkelanjutan pada kemampuan bisnis guna menjawab tantangan masa depan. (XMD)













