EKONOMIAKTUAL.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengonfirmasi bahwa fenomena astronomi langka Blue Moon atau Bulan Biru diprediksi dapat diamati dengan jelas di wilayah Surabaya dan sekitarnya pada Minggu malam, 31 Mei 2026. Kondisi cuaca yang diperkirakan cerah sepanjang malam menjadi kabar baik bagi para pencinta astronomi dan masyarakat umum.
Melalui akun Instagram resminya @infobmkgjuanda, BMKG meluruskan persepsi masyarakat mengenai istilah ini. Fenomena Blue Moon sejatinya bukanlah bulan yang berubah warna menjadi biru, melainkan sebuah istilah astronomi ketika terjadi dua kali bulan purnama dalam satu bulan kalender yang sama.
Jadwal dan Waktu Terbaik Pengamatan di Surabaya
Berdasarkan data simulasi dari BMKG, berikut adalah rincian waktu pergerakan Blue Moon di langit Surabaya:
– Bulan Terbit: 17.11 WIB
– Puncak Ketinggian (Kulminasi): 23.39 WIB
– Bulan Terbenam: 05.16 WIB (keesokan harinya, Senin 1 Juni 2026)
BMKG menyebutkan bahwa waktu terbaik untuk mengamati fenomena ini berlangsung sejak momen bulan terbit hingga sekitar tengah malam, saat posisi bulan berada di titik tertingginya.
Prakiraan Cuaca dan Bonus Pemandangan Planet Lain
Peluang masyarakat Surabaya untuk menikmati penampakan purnama ini dinilai sangat baik berkat prakiraan cuaca yang mendukung. BMKG memproyeksikan kondisi cuaca Surabaya pada malam hari akan didominasi langit cerah.
Berikut adalah detail parameter cuaca di Surabaya malam ini:
– Suhu Udara: 24–32°C
– Kelembapan Udara: 65–90%
– Kecepatan Angin: 5–15 km/jam
Menariknya, selain keindahan Blue Moon, masyarakat yang melakukan pengamatan setelah matahari terbenam juga berkesempatan melihat objek langit lainnya. Planet Venus dan Jupiter diprediksi turut menampakkan diri dan berpotensi terlihat dengan mata telanjang jika kondisi langit benar-benar bersih.
Tips Menikmati dan Mengabadikan Blue Moon
Guna mendapatkan pengalaman pengamatan yang maksimal, BMKG Juanda memberikan beberapa imbauan dan tips praktis bagi warga Surabaya:
1. Cari Lokasi Minim Polusi Cahaya: Pilih tempat yang lapang dan jauh dari gemerlap lampu perkotaan besar atau papan reklame agar kontras langit malam lebih terlihat.
2. Gunakan Tripod untuk Fotografi: Bagi warga yang ingin mengabadikan momen ini menggunakan ponsel atau kamera DSLR melalui teknik night photography, penggunaan tripod sangat disarankan agar gambar tetap stabil dan tajam.
3. Manfaatkan Cuaca Cerah: Manfaatkan jendela waktu sejak sore hari selepas magrib untuk mulai memantau langit.
BMKG juga mengajak masyarakat untuk membagikan momen dan menyebarluaskan informasi mengenai fenomena Blue Moon ini agar semakin banyak warga yang dapat mengapresiasi salah satu peristiwa langit yang relatif jarang terjadi ini. (RYA)













