EnergiOtomotif

Tekan Impor LPG, Pemerintah Ngegas Proyek Jargas di Gresik dan Sidoarjo

×

Tekan Impor LPG, Pemerintah Ngegas Proyek Jargas di Gresik dan Sidoarjo

Sebarkan artikel ini

EKONOMIAKTUAL.COM – Pemerintah terus mempercepat perluasan jaringan gas bumi rumah tangga (jargas) sebagai langkah nyata memperkuat swasembada energi nasional dan menekan angka impor LPG. Gresik dan Sidoarjo menjadi dua wilayah prioritas yang disasar dalam optimalisasi pemanfaatan gas bumi domestik yang aman, andal, dan berkelanjutan.

Upaya percepatan ini ditinjau langsung oleh Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., bersama Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM Agung Kuswardono, serta Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Hery Murahmanta dalam agenda kunjungan kerja ke Gresik dan Sidoarjo.

Dudung menegaskan bahwa pengawalan program jargas merupakan bagian dari tugas KSP untuk memantau Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 dan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2027. Kunjungan ini sekaligus memastikan kesiapan pengoperasian jargas APBN TA 2025–2026 di kedua kabupaten tersebut.

Target 1 Juta Sambungan Rumah Hingga 2028
Menurut Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM, Agung Kuswardono, terhubungnya jaringan pipa transmisi nasional—seperti Pipa Cirebon–Semarang—menjadi fondasi utama penguatan pasokan gas bumi domestik.

Guna mengurangi beban subsidi APBN pada sektor LPG, pemerintah menargetkan pembangunan jargas secara masif dalam beberapa tahun ke depan.

“Untuk tahun 2025–2026, Pemerintah sedang membangun sekitar 119.379 Sambungan Rumah (SR) jargas yang tersebar di 15 kabupaten/kota. Khusus Gresik dan Sidoarjo, masing-masing dibangun sekitar 7.000 SR. Mulai tahun ini, pembangunan dilakukan secara masif hingga mencapai target 1 juta SR pada 2028,” terang Agung.

Secara historis, Kementerian ESDM telah membangun 4.000 SR di Gresik sejak 2022 dan 29.961 SR di Sidoarjo sejak 2010 menggunakan dana APBN, dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) yang bertindak sebagai operator.

Komitmen PGN dan Solusi Beyond Pipeline
Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Hery Murahmanta, menyatakan kesiapan PGN sebagai Subholding Gas Pertamina untuk mendukung penugasan pemerintah dalam mengelola infrastruktur jargas APBN.

PGN saat ini telah melayani lebih dari 820 ribu pelanggan rumah tangga di seluruh Indonesia dengan keunggulan pada asset integrity, keselamatan jaringan, dan manajemen pelayanan publik.

Guna menjangkau wilayah yang belum terhubung pipa transmisi, PGN juga mengintegrasikan moda distribusi alternatif (beyond pipeline).

“Sejalan dengan program strategis Pemerintah, PGN terus mengembangkan pemanfaatan gas bumi baik melalui jaringan pipa maupun solusi beyond pipeline, termasuk Compressed Natural Gas (CNG),” pungkas Hery.

Melalui sinergi antara KSP, Kementerian ESDM, dan PGN, perluasan akses jargas di kawasan Gresik–Sidoarjo diharapkan mampu mempercepat ketahanan energi nasional berbasis sumber daya domestik. (CQW)

Tinggalkan Balasan